Di Kota Sentral, kata yang tidak tertulis di naskah harian hilang dari ingatan. Raya Lestari mengambil pensil merah.
JRPG giliran dari Red Pencil Collective. Playtest tertutup di PC, PlayStation 5, dan Xbox Series X|S.The Typewriter
Setiap pagi pukul enam, Biro Naskah mengirim selembar kertas ke tiap rumah di Kota Sentral. Isinya kalimat yang boleh kamu ucapkan hari itu. Kata yang tidak tertulis di sana sendiri, dan orang lupa pernah memilikinya.
Ibu Raya kehilangan kata "Raya" sepuluh tahun lalu. Sejak itu ia memanggil anaknya "Nak".
Raya Lestari, sembilan belas tahun, bekerja di lantai tiga sebagai . Ia mengetik naskah untuk orang yang tidak pernah ia temui.
Meja nomor 214. Pita diganti tiap Senin. Dalam tiga tahun ia belum pernah salah ketik.
Suatu malam ia mengetik naskah untuk alamat ibunya dan menyisipkan satu kata yang tidak ada di daftar: .
Besok paginya ibunya membuka pintu dan berkata, "Raya." Pertama kali dalam sepuluh tahun.
Biro mencatatnya sebagai salah ketik. Raya mencatatnya sebagai .
Di laci mejanya ada pensil merah yang sudah lama ia raut, dan belum pernah ia pakai.
Sorot atau klik bar hitam untuk membuka kata. Tiap kata yang terbuka menambah satu baris catatan.
Cara mencoret
Di CENSORWAKE, musuh membuka giliran dengan membaca. Setiap jurus adalah kalimat di naskah mereka, dan kalimat itu terjadi persis seperti tertulis.
Sebelum giliran selesai, kamu memegang pensil merah Raya. Coret satu kata. Yang terjadi hanya sisa kalimatnya.
Juru Sensor membuat Laila tidak (dicoret) bisa bicara.
Laila bisa bicara. Di giliran berikutnya ia membacakan berita lebih dulu.
- Kata kerjaCoret, dan jurus batal karena kalimatnya tidak lagi bergerak.
- Kata kunciCoret yang tepat, dan jurus berbalik ke pihak yang membacanya.
- Coretan ketigaBiro mengirim revisi. Baris revisi dicetak dengan tinta yang tidak bisa dicoret.
Seven Redactions
Salah ketik itu sampai ke meja Direktur dalam dua hari. Raya keluar lewat tangga darurat membawa pensil merah dan daftar alamat yang ia hafal selama bekerja di lantai tiga.
Daftar itu membawanya ke enam orang. Masing-masing menyimpan satu kata yang Biro kira sudah .
Biro menamai mereka Seven Redactions. Mereka memakai nama itu tanpa malu.
Pak Jokotukang cetak, 63
Mencetak naskah tiruan di kertas yang sama persis dengan kertas Biro. Jarinya tidak pernah bersih.
Dimas Aryajuru foto, 24
Memotret wajah orang sebelum naskah pagi mengubah raut mereka.
Sekarpengantar naskah, 17
Hafal jam berapa tiap pintu di Kota Sentral dibuka, dan siapa yang membukanya.
Bu Ratna Halimguru, 48
Mengajarkan kata yang hilang sambil berbisik. Satu kata tiap minggu.
Bayu Saputrapelukis spanduk, 31
Mengambil sekaleng cat merah Biro tiap minggu. Belum ada yang menghitung.
Laila Anwarpembaca berita, 36
Suaranya terdengar di seluruh kota. Satu kalimat di luar naskah darinya, dan semua orang mengingat.



Direktur Arman Wisesa
Arman menulis naskah pertama tiga puluh tahun lalu, setelah separuh pasar terbakar karena satu desas-desus. Sejak itu Kota Sentral tidak pernah rusuh.
Ia percaya kebebasan membuat orang cemas. Terlalu banyak kata membuat orang bertengkar soal arti. Naskah memberi mereka pagi yang tenang. Soal Raya, ia hanya merasa kasihan. Menurutnya Raya sedang .
Di laci Arman ada naskah pertama yang ia tulis. Satu kata di dalamnya dicoret pensil merah, dan coretan itu bukan milik Raya.
Strike the Line
Juru Sensor membacakan tiga jurus. Pilih kata, coret, lalu akhiri giliran. Dua coretan per giliran aman. Coretan ketiga memanggil revisi.
Juru Sensor membuat party Raya dapat selama giliran.
Juru Sensor melindungi semua orang dengan arsip.
Juru Sensor menyembuhkan , lalu dua kali.
Revisi Biro: Juru Sensor melukai seluruh party Raya satu kali. Baris ini dicetak dengan tinta tahan coret.
Belum ada kata yang dicoret.
Mode gerak dikurangi: coretan muncul tanpa animasi, hasil tiap baris langsung tertulis di bawahnya.
The Last Page
Biro menyimpan satu naskah yang belum pernah dibacakan: halaman terakhir. Kalau halaman itu dicetak, kata yang tersisa di Kota Sentral terkunci. Ibu Raya akan lupa nama anaknya lagi, dan kali ini tidak ada salah ketik yang bisa mengembalikannya.
Tujuh orang naik lewat tangga servis. Pak Joko membawa klise. Laila membawa radio. Raya membawa pensil yang tinggal sejari.
Arman menunggu di pintu dengan halaman itu di tangan. Ia hanya meminta satu hal: baca dulu sebelum kamu .
Halaman itu berisi satu kalimat. Kalimat yang sama yang Arman coret tiga puluh tahun lalu.
Halaman terakhir dibiarkan kosong.
Besok paginya tidak ada naskah yang datang. Kota Sentral bangun, dan setiap orang memilih kata pertamanya sendiri.
Daftar Playtest
Playtest tertutup dibuka bertahap untuk PC, PlayStation 5, dan Xbox Series X|S. Isi satu email dan satu platform. Yang kami kirim hanya undangan.
Arsip berkas
Empat map yang tidak disensor. Buka untuk membaca isinya.
